Merokok bagi beberapa orang adalah suatu hal yang keren, bagi beberapa orang adalah hal yang esklusif – seperti kita lihat di mal-mal masa kini, banyak ruangan khusus perokok. Eksklusif kan?. Bagi beberapa orang merupakan kebutuhan, apalagi bagi para perokok yang saat itu hanya memiliki korek tapi tidak memiliki rokok, pasti kalau mereka mau merokok, mereka butuh rokok. Masa mereka harus menghisap korek? Kalau begitu namanya mengorek, bukan merokok. #eaaaaa
Tapi untuk beberapa orang, mereka ingin berhenti merokok. Memang hampir semua perokok pasti ingin berhenti merokok, terutama saat rokok yang sedang dihisapnya sudah menjadi puntung. Kalau mereka tetap menghisap puntung, itu namanya memuntung, nanti rancu sama memulung.
1. berhenti merokok adalah hal yang paling sulit bagi orang-orang yang belum/tidak merokok. Karena mereka harus merokok dulu baru bisa berhenti merokok. Sedangkan saya sendiri belum memberi tips untuk merokok, jadi pasti orang-orang ini kebingungan bagaimana caranya merokok. Belum ada tipsnya.
2. Buat kamu yang sudah merokok akan sangat mudah tips ini dijalankan. Matikan saja rokok yang sedang kamu bakar, maka kamu akan otomatis berhenti merokok. Mau nunggu sampai habis dulu? Ya gak apa apa, tapi setelah itu matikan puntungmu, maka kamu akan berhenti merokok.
3. Buat kamu yang sudah tidak merokok juga akan susah jika disuruh berhenti merokok, karena ia harus merokok dulu baru bisa disuruh berhenti merokok. Coba bayangkan saat kamu sedang duduk termangu tanpa rokok di sebuah halte di sebuah halte jam 10 malam di kutub utara, dan tiba-tiba seseorang nenek menghampirimu sambil bilang “hey kamu, berhenti merokok dong!”. Padahal kamu sedang tidak merokok. Pasti kamu akan kebingungan apa yang dilakukan nenek itu malam-malam gini, kedua- kamu juga akan kebingungan apa yang kamu lakukan di kutub utara, ketiga- halte itu untuk apa? Menunggu delman beruang salju? Jadi jangan sekali-kali nongkrong di halte di kutub utara ya.
4. Hal terakhir yang bisa dilakukan ganti nama rokok itu sendiri, misalnya menjadi kokor. Maka saat kamu menghisap kokor kamu tidak lagi menghisap rokok. Jadi kamu tidak usah berhenti merokok, karena kamu sudah tidak merokok, tapi mekokor atau mengokor menurut ejaan yang disempurnakan (walaupun sempurna kepunyaan andra & the backbone, tapi mereka tidak bisa menyempurnakan ejaan).
5. Mengganti awalan me- menjadi awalan di- . Walaupun hanya penggantian 2 huruf tapi kenikmatannya berbeda. Silakan dicoba.
mungkin secara awam pembaca menganggap bawasanya saya merupakan perokok karena artikel ini. namun pemahaman itu salah kaprah , jujur, dari dulu sampai sekarang saya sama sekali tidak pernah merokok.karena itu merupakan wacana yang sangat umum dibahas dengan hasil : perokok mempunyai pandangan negatif dimata publik secara umum.dan saya me 're-blog' artkel ini dikarenakan bukan karena saya melarang telak kaum perokok,namun hanya untuk hiburan untuk diri saya sendiri karena artikel yang dibuat oleh paman raspi dari majalah suave di salah satu edisi tahun 2009 ini sangatlah kocak dan menghibur.
Senin, 15 November 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 comments:
Posting Komentar